Selasa, 10 April 2012

teori organisasi umum 2

Diposting oleh imalaniza deimisj di 16.29 0 komentar
PENDAHULUAN

Mungkin tidak asing dengan kata kemiskinan. Suatu keadaan yang sangat memprihatinkan. Mungkin istilah kemiskinan banyak, ada yang bilang miskin akan ilmu, miskin akan akidah, atau sebagainnya.
Kemiskinan disini mengartikan bahawa kemiskinan dalam hal ekonomi. Di negara kita banyak sekali orang yang merakan keadaan kemiskinan. Seharunya dengan banyaknyanya warga yang mengalami kemiskinan, lebih baiknya di anjurkan untuk meminimal kan warga yang berada dalam keadaan tersebut.   

LATAR BELAKANG
Kemiskinan adalah keadaan dimana terjadi ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan , pakaian , tempat berlindung, pendidikan, dan kesehatan. Kemiskinan dapat disebabkan oleh kelangkaan alat pemenuh kebutuhan dasar, ataupun sulitnya akses terhadap pendidikan dan pekerjaan. Kemiskinan merupakan masalah global. Sebagian orang memahami istilah ini secara subyektif dan komparatif, sementara yang lainnya melihatnya dari segi moral dan evaluatif, dan yang lainnya lagi memahaminya dari sudut ilmiah yang telah mapan.

MASALAH
Masalah yang dibahas untuk makalah ini adalah tentang kemiskinan yang banyak melanda warga negara indonesia ini.


PEMBATASAN MASALAH

Disini mungkin mencoba memberikan info yang ala kadarnya tentang kemiskinan. Akan tetapi saya akan membatasi masalah apa aja yang akan di bahas disini. Pembatasannya mulai dari :
1.      Definisi kemiskinan
2.      Keadaan kemiskinan yang terjadi di negara kita indonesia
3.      Solusi untuk mengatasi kemiskinan itu sendiri

LANDASAN TEORI


Setelah kita mengetahui bahwa kemiskinan adalah keadaan dimana terjadi ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan , pakaian , tempat berlindung, pendidikan, dan kesehatan.


Sebaiknya kita mengetahui apa sih penyebab-penyebab kemiskinan itu sendiri terjadi, kita ambil contohnya di negara kita sendiri Indonesia. Salah satu penyebab kemiskinan adalah rendahnya kualitas sumber daya manusia (SDM). Ada 5 penyebab dari faktor SDM itu sendiri.


Pertama, Keluarga miskin tidak mampu membiayai anaknya di sekolah negeri karena tingginya biaya SPP, harga buku dan seragam serta biaya ujian reguler, ujian negara dan sebagainya. 
Kedua, Anak-anak keluarga miskin jarang bisa masuk ke sekolah negeri karena rendahnya kemampuan mereka sehingga tidak memenuhi persyaratan nilai minimum yang dikehendaki. 
Ketiga,  Sudah lulus SMA tidak mendapat pekerjaan yang sesuai karena kurangnya bekal ketrampilan yang memadai. 
Keempat, Kesenjangan antara masyarakat elit berpendidikan dengan si miskin yang kurang berpendidikan semakin lebar.
Kelima , kemungkinan besar tidak seimbangnya antara lahan lapangan kerja dengan penduduknya negara indonesia itu sendiri.

Kendati, pada dasarnya dengan adanya kebijakan nasional tentang Wajib Belajar 9 tahun yang terkait dengan seluruh penduduk merupakan hal yang mendasar bagi pengembangan SDM. Karena dengan adanya program tersebut setidaknya kita dapat mengambil kesimpulan bahwa di Indonesia 100% penduduk telah mengenyam pendidikan selama 9 tahun.

PEMBAHASAN

Kemiskinan adalah keadaan dimana terjadi ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan , pakaian , tempat berlindung, pendidikan, dan kesehatan. Kemiskinan dapat disebabkan oleh kelangkaan alat pemenuh kebutuhan dasar, ataupun sulitnya akses terhadap pendidikan dan pekerjaan. Kemiskinan merupakan masalah global. Sebagian orang memahami istilah ini secara subyektif dan komparatif, sementara yang lainnya melihatnya dari segi moral dan evaluatif, dan yang lainnya lagi memahaminya dari sudut ilmiah yang telah mapan.
Kemiskinan dipahami dalam berbagai cara. Pemahaman utamanya mencakup:
1.      Gambaran kekurangan materi, yang biasanya mencakup kebutuhan pangan sehari-hari, sandang, perumahan, dan pelayanan kesehatan. Kemiskinan dalam arti ini dipahami sebagai situasi kelangkaan barang-barang dan pelayanan dasar.
2.      Gambaran tentang kebutuhan sosial, termasuk keterkucilan sosial, ketergantungan, dan ketidakmampuan untuk berpartisipasi dalam masyarakat. Hal ini
3.      termasuk pendidikan dan informasi. Keterkucilan sosial biasanya dibedakan dari kemiskinan, karena hal ini mencakup masalah-masalah politik dan moral, dan tidak dibatasi pada bidang ekonomi.
4.      Gambaran tentang kurangnya penghasilan dan kekayaan yang memadai. Makna "memadai" di sini sangat berbeda-beda melintasi bagian-bagian politikdan ekonomi di seluruh dunia.

Pada umumnya di negara Indonesia ini sendiri penyebab terjadi kemiskinan bagi warganya adalah :

1.      Laju Pertumbuhan Penduduk.
2.      Tidak seimbangnya antara banyaknya penduduk dengan lahan pekerjaan
3.      Tingkat pendidikan yang di rendah di gapainya
4.       
Bersyukur kita yang tidak mengalami keadaan kemiskinan ini. Mungkin lebih baiknya kita saling membantu untuk mentiadakan keadaan seperti ini lagi di indonesia. Mungkin ada beberapa solusi yang sering utarakan oleh para perwakilan rakyat. Yang sangat sering kita dengar kan lewat media media media masa kini.
Dan sebenernya kemiskinan merupakan permasalahan kompleks yang perlu diatasi dengan melibatkan peran serta banyak pihak, termasuk kalangan perguruan tinggi. Dari sekian banyak strategi mengentaskan kemiskinan, pendekatan social enterpreneurship yang bertumpu pada semangat kewirausahaan untuk tujuan-tujuan perubahan sosial, kini semakin banyak digunakan karena dianggap mampu memberikan hasil yang optimal. Konsep atau pendekatan ini layak diujicobakan dalam lingkup perguruan tinggi karena gagasan dasarnya sebenarnya sesuai dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya aspek pengabdian masyarakat.
Kemiskian timbul karena ada sebagian masyarakat yang belum ikut serta dalam pembangunan sehingga belum dapat menikmati hasil pembangunan secara memadai. Keadaan ini disebabkan oleh keterbatasan dalam kepemilikan dan penguasaan faktor produksi sehingga kemampuan masyarakat dalam menghasilkan dan menikmati hasil-hasil pembangunan belum merata dan belum seimbang. Oleh sebab-sebab itu upaya pengembangan kegiatan ekonomi kelompok masyarakat berpendapatan rendah senantiasa ditempatkan sebagai prioritas utama. Sejalan dengan itu, penyedia faktor produksi termasuk modal dan kemampuan peningkatan kemampuan masyarakat menjadi landasan bagi berkembangnya kegiatan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan. Pelaksanaan pembangunan nasional yang dijabarkan dalam program pembangunan sektoral,regional dan khusus. Pembangunan baik secara langsung maupun tidak langsung dirancang untk memecahkan maslah kemiskinan. 
mungkin, pemerintah dalam program pembangunannya telah menjadikan kemiskinan sebagai salah satu focus utamanya.  kemiskinan, peningkatan pertumbuhan ekonomi dan perluasan lapangan kerja. Dalam kaitan ini maka diproyeksikan bahwa melalui ketersediaan lapangan kerja yang memadai maka akan dapat diupayakan peningkatan penghasilan bagi masyarakat yang dengan sendirinya akan mengentaskan masalah kemiskinan, namun hal tersebut tentunya harus dilakukan dengan memperhitungkan tingkat pertumbuhan ekonomi yang terjadi di negara kita ini.
Intinya dengan keseimbangan antara penduduk dengan lahan kerja itulah yang mungkin bisa meminimalkan warga indonesia untuk tidak lagi merasakan keadaan kemiskinan tersebut.
Kebijakan dan Program Penuntasan Kemiskinan
Upaya penanggulangan kemiskinan Indonesia telah dilakukan dan menempatkan penanggulangan kemiskinan sebagai prioritas utama kebijakan pembangunan nasional. Kebijakan kemiskinan merupakan prioritas Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) 2004-2009 dan dijabarkan lebih rinci dalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP) setiap tahun serta digunakan sebagai acuan bagi kementrian, lembaga dan pemerintah daerah dalam pelaksanaan pembangunan tahunan.
Sebagai wujud gerakan bersama dalam mengatasi kemiskinan dan mencapai Tujuan pembangunan Milenium, Strategi Nasional Pembangunan Kemiskinan (SPNK) telah disusun melalui proses partisipatif dengan melibatkan seluruh stakeholders pembangunan di Indonesia. Selain itu, sekitar 60 % pemerintah kabupaten/ kota telah membentuk Komite penanggulangan Kemiskinan Daerah (KPKD) dan menyusun Strategi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (SPKD) sebagai dasar arus utama penanggulangan kemiskinan di daerah dan mendorong gerakan sosial dalam mengatasi kemiskinan.

Adapun langkah jangka pendek yang diprioritaskan antara lain sebagai berikut:

a)      Mengurangi kesenjangan antar daerah dengan; (i) penyediaan sarana-sarana irigasi, air bersih dan sanitasi dasar terutama daerah-daerah langka sumber air bersih. (ii) pembangunan jalan, jembatan, dan dermaga daerah-daerah tertinggal. (iii) redistribusi sumber dana kepada daerah-daerah yang memiliki pendapatan rendah dengan instrumen Dana Alokasi Khusus (DAK) .

b)      Perluasan kesempatan kerja dan berusaha dilakukan melalui bantuan dana stimulan untuk modal usaha, pelatihan keterampilan kerja dan meningkatkan investasi dan revitalisasi industri.

c)      Khusus untuk pemenuhan sarana hak dasar penduduk miskin diberikan pelayanan antara lain (i) pendidikan gratis sebagai penuntasan program belajar 9 tahun termasuk tunjangan bagi murid yang kurang mampu (ii) jaminan pemeliharaan kesehatan gratis bagi penduduk miskin di puskesmas dan rumah sakit kelas tiga.

Adapun solusi yang telah di upayakn di lakukan untuk mengatasi kemiskinan indonesia

Di bawah ini merupakan contoh dari upaya mengatasi kemiskinan di Indonesia.

Contoh dari upaya kemiskinan adalah di propinsi Jawa Barat tepatnya di Bandung dengan diadakannya Bandung Peduli yang dibentuk pada tanggal 23 – 25 Februari 1998. Bandung Peduli adalah gerakan kemanusiaan yang memfokuskan kegiatannya pada upaya menolong orang kelaparan, dan mengentaskan orang-orang yang berada di bawah garis kemiskinan. Dalam melakukan kegiatan, Bandung Peduli berpegang teguh pada wawasan kemanusiaan, tanpa mengindahkan perbedaan suku, ras, agama, kepercayaan, ataupun haluan politik.

Oleh karena sumbangan dari para dermawan tidak terlalu besar bila dibandingkan dengan permasalahan kelaparan dan kemiskinan yang dihadapi, maka Bandung Peduli melakukan targetting dengan sasaran bahwa orang yang dibantu tinggal di Kabupaten/ Kotamadya Bandung, dan mereka yang tergolong fakir. Golongan fakir yang dimaksud adalah orang yang miskin sekali dan paling miskin bila diukur dengan “Ekuivalen Nilai Tukar Beras”.

Mungkin kita bisa lihat contoh-contoh yang terjadi di negara tercinta kita ini. Saya ambil mungkin dari berbagai macam artikel , walaupun kejadian kemiskinan beberapa tahun lalu, tapi ini menggambarkan begi sedihnya negara kita memiliki banyak penduduk yang merasakan keadaan kemiskinan tersebut.

Saya ambil potret kemiskinan yang melanda penduduk nusa tenggara timur indonesia ini. Krisis ekonomi yang berkepanjangan menambah panjang deret persoalan yang membuat negeri ini semakin sulit keluar dari jeratan kemiskinan. Hal ini dapat kita buktikan dari tingginya tingkat putus sekolah dan buta huruf. Hingga 2006 saja jumlah penderita buta aksara di Jawa Barat misalnya mencapai jumlah 1.512.899. Dari jumlah itu 23 persen di antaranya berada dalam usia produktif antara 15-44 tahun. Belum lagi tingkat pengangguran yang meningkat “signifikan.” Jumlah pengangguran terbuka tahun 2007 di Indonesia sebanyak 12,7 juta orang. Ditambah lagi kasus gizi buruk yang tinggi, kelaparan/busung lapar, dan terakhir, masyarakat yang makan “Nasi Aking.” 


Di Nusa Tenggara Timur (NTT) 2000 kasus balita kekurangan gizi dan 206 anak di bawah lima tahun gizi buruk. Sedangkan di Bogor selama 2005 tercatat sebanyak 240 balita menderita gizi buruk dan 35 balita yang statusnya marasmus dan satu di antaranya positif busung lapar. Sementara di Jakarta Timur sebanyak 10.987 balita menderita kekurangan gizi. Dan, di Jakarta Utara menurut data Pembinaan Peran Serta Masyarakat Kesehatan Masyarakat [PPSM Kesmas] Jakut pada Desember 2005 kasus gizi buruk pada bayi sebanyak 1.079 kasus. 

PENUTUP

KESIMPULAN

Berdasarkan yang telah di jelaskan di atas dari msalah, landasan teori dan pembahasn. Bisa di simpulkan bahwa keadaan kemiskinan yang di rasakan oleh sebagian banyak penduduk warga indonesia adalah menjadi perioritas utama di negeri ini.
Kemiskinan memiliki dampak yang sangat buruk juga, yaitu pengangguran. Sebisa mungkin kita sebagai warga negara indonesia baik pemerinta, maupun non pemerintah bekerja sama meminimalkan kemiskinan itu sendiri.

SARAN

Saran yang dapat di ambil dari makalah ini, mungkin memanag benar kemiskinan menjadi prioritas paling utama di negeri ini, tapi sayang meskipun menjadi prioritas tetap masih banyak sekali yang merasakannya.
Seharusnya pemimpin negeri kita ini bisa meminimalkan keadaan yang terjadi pada penduduknya. Dan juga Pengentasan masalah kemiskinan ini bukan hanya kewajiban dari pemerintah, melainkan masyarakat pun harus menyadari bahwa penyakit sosial ini adalah tugas dan tanggung jawab bersama pemerintah dan masyarakat. Ketika terjalin kerja sama yang romantis baik dari pemerintah, maupun non pemerintah dan semua lini masyarakat. Dengan kerja sama yang baik maka besar kemungkinan dapat meminimalkan keiskinan itu sendiri.

DAFTAR PUSTAKA





Selasa, 24 Januari 2012

ganti kursor di blog ?

Diposting oleh imalaniza deimisj di 18.43 0 komentar
bosen sama kursor yang monoton aja di blog? mau di ganti dengan gambar  gambar menarik ? 
bisa kok ga susah buat ganti kursor di blog. 
anda bisa memanfaatkan http://www.totallyfreecursors.com, karena pada situs tersebut terdapat ratusan/ribuan kursor yang unik.

cara untuk mengganti nya : 

untuk contoh bisa gunakan CSS ini :
<style type="text/css"> HTML,BODY{cursor: url("http://downloads.totallyfreecursors.com/thumbnails/cool1.gif"), auto;} </style>
  • Jangan lupa simpan pekerjaan anda
demikian cara untuk mengganti kursor. happy blogging ! 

STUDI KASUS

Diposting oleh imalaniza deimisj di 11.56 0 komentar
STUDI KASUS 
TEORI ORGANISASI UMUM 


Kasus 1 : Hartoyo sebagai Manajer

Drs. Hartoyo telah menjadi manajer tingkat menengah dalam departemen produksi suatu perusahaan kurang lebih 6 bulan. Hartoyo bekerja pada perusahaan setelah dia pensiun dari tentara. Semangat kerja departemennya rendah sejak dia bergabung dalam perusahaan. Beberapa dari karyawan menunjukkan sikap tidak puas dan agresif.
Pada jam istirahat makan siang, Hartoyo bertanya pada Drs. Abdul Hakim, ak, manajer departemen keuangan, apakah dia mengetahui tentang semangat kerja yang rendah dalam departemen produksi. Abdul Hakim, menjawab bahwa dua telah mendengar secara informal melalui komunikasi "grapevine", bahwa para karyawan Hartoyo merasa tidak senang dengan pengambilan semua keputusan yang dibuat sendiri olehnya. Dia (Hartoyo) menyatakan, "dalam tentara, saya membuat semua keputusan untuk bagian saya, dan semua bawahan mengharapkan saya berbuat seperti itu."

Pertanyaan kasus :

1.       Gaya kepemimpinan macam apa yang digunakan oleh Hartoyo? Bagaimana keuntungan dan kelemahannya?
Bandingkan motivasi bawahan Hartoyo sekarang dan dulu sewaktu ditentara.

2.   Konsekuensinya apa, bila Hartoyo tidak dapat merubah gaya kepemimpinannya? Apa saran saudara bagi perusahaan, untuk merubah keadaan?

Jawaban Kasus : 


1.  Drs. Hartoyo menggunakan macam kepemimpinan militer yang dimanan militer mempunyai gaya kepemimpinan yang tegas. keuntungan yang di dapat dari gaya kepimimpinan hartoyo sendiri yaitu karyawan bisa menjadi disiplin dengan cara gaya kepemimpinan yang hartoyo pakai. sedangkan kelemahannya dimana hartoyo tidak bisa menjalin komunikasi dengan baik dengan karyawannya sehingga tidak bisa menerima masukan yang di berikan oleh karyawannya,, dan itu disebabkan dimana terlalu berprinsip dengan gaya militer yang telah dia dapatkan sebelumnya saat dia di tentara. 

2.   konsekuensinya bisa saja dia di tinggalkan oleh para karyawannya akibat gaya kepemimpinannya yang tidak di senangi oleh para karyawannya. saran bagi saya sebisa mungkin menjalin komunikasi baik, dan menerima kritik dan saran dari para karyawannya itu sendiri. jika hartoyo tidak ingin para karyawannya menunjukkan sikap tidak puas terhadap cara kepemimpinannya, maka dari itu pak hartoyo merubah gaya kepemimpinan militernya, soalnya sekarang dia tidak bekerja seperti dulu di kemiliteran, akan tetapi bekerja di sebuah perusahaan yang pada umumnya tidak menggunakan gaya kepemimpinan kemiliteran. 


Sabtu, 07 Januari 2012

KEPEMIMPINAN

Diposting oleh imalaniza deimisj di 11.11 0 komentar

KEPEMIMPINAN


1.      DEFINISI

Mungkin ada banyak pendapat yang mengatakan tentang definisi kepemimpinan, akan tetapi saya ambil salah satu pendapat dari George R. Terry (yang dikutip dari Sutarto, 1998 : 17) : Kepemimpinan adalah hubungan yang ada dalam diri seseorang atau pemimpin, mempengaruhi orang lain untuk bekerja secara sadar dalam hubungan tugas untuk mencapai tujuan yang diinginkan.

2.      TIPE-TIPE KEPEMIMPINAN

a.      Tipe Otokratik

Semua ilmuan yang berusaha memahami segi kepemimpinan otokratik mengatakan bahwa pemimpin yang tergolong otokratik dipandang sebagai karakteritik yang negatif.Dilihat dari persepsinya seorang pemimpin yang otokratik adalah seseorang yang sangat egois. Seorang pemimpin yang otoriter akan menujukan sikap yang menonjolkan “keakuannya”, antara lain dalam bentuk :

1.           Kecenderungan memperlakukan para bawahannya sama dengan alat-alat lain
dalam organisasi, seperti mesin, dan dengan demikian kurang menghargai
harkat dan martabat mereka.
2.           Pengutamaan orientasi terhadap pelaksanaan dan penyelesaian tugas tanpa
mengkaitkan pelaksanaan tugas itu dengan kepentingan dan kebutuhan par bawahannya.
3.           Pengabaian peranan para bawahan dalam proses pengambilan keputusan.


Gaya kepemimpinan yang dipergunakan pemimpin yang otokratik antara lain:


1.    Menuntut ketaatan penuh dari para bawahannya.
2.    Dalam menegakkan disiplin menunjukkan keakuannya.
3.    Bernada keras dalam pemberian perintah atau instruksi.
4.    Menggunakan pendekatan punitif dalamhal terhadinya penyimpangan oleh bawahan.

b.      Tipe Laissez Faire

Pemimpin ini berpandangan bahwa umumnya organisasi akan berjalan lancar dengan sendirinya karena para anggota organisasi terdiri dari orang-orang yang sudah dewasa yang mengetahui apa yang menjadi tujuan organisasi, sasaran-sasaran apa yang ingin dicapai, tugas apa yang harus ditunaikan oleh masing-masing anggota dan pemimpin tidak terlalu sering intervensi

c.       Tipe Paternalistik

Tipe pemimpin paternalistik hanya terdapat di lingkungan masyarakat yang bersifat tradisional, umumnya dimasyarakat agraris. Salah satu ciri utama masuarakat tradisional ialah rasa hormat yang tinggi yang ditujukan oleh para anggiota masyarakat kepada orang tua atau seseorang yang dituakan. Pemimpin seperti ini kebapakan, sebagai tauladan atau panutan masyarakat. Biasanya tiokoh-toko adat, para ulama dan guru. Pemimpin ini sangat mengembangkan sikap kebersamaan.

d.      Tipe Militeristik

Tipe kepemimpinan militeristik ini sangat mirip dengan tipe kepemimpinan otoriter. Adapun sifat-sifat dari tipe kepemimpinan militeristik adalah:

1.  lebih banyak menggunakan sistem perintah/komando, keras dan sangat otoriter, kaku dan seringkali kurang bijaksana,
2.      menghendaki kepatuhan mutlak dari bawahan,
3.      sangat menyenangi formalitas, upacara-upacara ritual dan tanda-tanda kebesaran yang berlebihan,
4.      menuntut adanya disiplin yang keras dan kaku dari bawahannya,
5.      tidak menghendaki saran, usul, sugesti, dan kritikan-kritikan dari bawahannya,
6.      komunikasi hanya berlangsung searah.

e.       Tipe Demokratis
Kepemimpinan demokratis berorientasi pada manusia dan memberikan bimbingan yang efisien kepada para pengikutnya. Terdapat koordinasi pekerjaan pada semua bawahan, dengan penekanan pada rasa tanggung jawab internal (pada diri sendiri) dan kerjasama yang baik. kekuatan kepemimpinan demokratis tidak terletak pada pemimpinnya akan tetapi terletak pada partisipasi aktif dari setiap warga kelompok. Kepemimpinan demokratis menghargai potensi setiap individu, mau mendengarkan nasehat dan sugesti bawahan. Bersedia mengakui keahlian para spesialis dengan bidangnya masing-masing. Mampu memanfaatkan kapasitas setiap anggota seefektif mungkin pada saat-saat dan kondisi yang tepat.

f.       Tipe Open Leadership

Tipe ini hampir sama dengan tipe demokratis. Perbedaannya terletak dalam hal pengambilan keputusan. Dalam tipe ini keputusan ada ditangan pemimpin.

Jaringan Blake dan Moutan mengidentifikasikan gaya seseorang manajer, tetapi tidak secara langsung berkaitan dengan efektivitas. William J.Redden, seorang professor dan konsultan Kanada, telah menambahkan dimensi ketiga atau efektivitas pada modelnya. Teori ini menyajikan empat gaya kepemimpinan dasar dan setiap gaya dapat efektif atau tidak efektif tergantung pada situasi, kedelapan gaya ini dapat diuraikan sebagai berikut :

           a) Gaya-gaya efektif

1.      Eksekutif (executive)
2.      Pembangun (developer)
3.      Otokrat penuh kebajikan (benevolent autocrat)
4.      Birokrat (bureaucrat)


b) Gaya-gaya tidak efektif

1.      Kompromis (compromiser)
2.      Misionaris (missionary)
3.      Otokrat (autocrat)
4.      Pelarian (deserter)

3.      TEORI KEPEMIMPINAN

1.      Teori Sifat Kepemimpinan

Analisis ilmiah tentang kepemimpinan dimulai dengan memusatkan perhatian pada para pemimpin itu sendiri. Kepemimpinan adalah suatu fungsi kualitas seorang individu, bukan fungsi situasi, teknologi atau dukungan masyarakat. Keith Davis mengintisarikan ada empat ciri utama yang mempunyai pengaruh terhadap kesuksesan kepemimpinan dalam organisasi yaitu :

2.      Teori Kelompok

Teori Kelompok dalam kepemimpinan (group theory of leadership) dikembangkan atas dasar ilmu psikologi sosial. Teori ini menyatakan bahwa untuk pencapaian tujuan-tujuan kelompok harus ada pertukaran yang positif antara pemimpin dan bawahannya.

3.      Teori Situasional / contingency

Pendekatan sifat maupun kelompok terbukti tidak memadai untuk mengungkap teori kepemimpinan yang menyeluruh, perhatian dialihkan pada aspek-aspek situasional kepemimpinan. Fred Fiedleer telah mengajukan sebuah model dasar situasional bagi efektivitas kepemimpinan yang dikenal sebagai contigency model of leadership effectiveness yang menjelaskan hubungan antara gaya kepemimpinan dan situasi yang menguntungkan atau menyenangkan, situasi-situasi tersebut digambarkan dalam tiga dimensi empirik yaitu :

              4. Teori Path-Goal

        Teori ini menganalisa pengaruh (dampak) kepemimpinan terutama perilaku
  pemimpin terhadap motivasi bawahan, kepuasan dan pelaksaan kerja.

Teori memasukkan empat tipe atau gaya pokok perilaku pemimpin yaitu ::

5. Teori Genetis / Keturunan

Inti dari teori ini tersimpul dalam mengadakan "leaders are born and not made". Bahwa penganut teori ini mengatakan bahwa seorang pemimpin akan karen ia telah dilahirkan menjadi pemimpin. Dalam keadaan bagaimanapun seorang ditempatkan pada suatu waktu ia akan menjadi pemimpin karena ia dilahirkan untuk itu. Artinya takdir telah menetapkan ia menjadi pemimpin. Seseorang dapat menjadi pemimpin karena keturunan atau warisan. Karena orang tuanya seorang pemimpin maka anaknya otomatis akan menjadi pemimpin menggantikan orang tuanya, seolah-olah seseorang menjadi pemimpin karena ditakdirkan. (Wursanto, 2003:199)

6. Teori Social

Jika teori genetis mengatakan bahwa "leaders are born and not made", maka teori sosial mengatakan sebaliknya yaitu "Leaders are made not born".
Penganut-penganut teori ini mengatakan bahwa setiap orang dapat menjadi pemimpin apabila ia diberi pendidikan dan kesempatan.

7. Teori Ekologis / Bakat

Teori ini merupakan penyempurnaan dari teori genetis dan sosial. Penganut-penganut teori ini berpendapat bahwa seseorang hanya dapat menjadi pemimpin yang baik apabila pada waktu lahirnya telah memiliki bakat-bakat kepemimpinan bakat mana kemudian dikembangkan melalui pendidikan yang teratur dan pengalaman-pengalaman yang memungkinkannya untuk mengembangkan lebih lanjut bakat-bakat yang memang telah dimilikinya itu. Teori ini menggabungkan segi-segi positif dari kedua teori genetis dan teori social dan dapat dikatakan teori yang paling baik dari teori-teori kepemimpinan. Namun demikian penyelidikan yang jauh yang lebih mendalam masih diperlukan untuk dapat mengatakan secara pasti apa factor-faktor yang menyebabkan seseorang timbul sebagai pemimpin yang baik. Teori ini merupakan penyempurnaan dari kedua teori genetis dan teori social.

8. Teori Kelebihan

Yang beranggapan bahwa seseorang akan menjadi pemimpin apabila ia memiliki kelebihan dari para pengikutnya. Pada dasarnya kelebihan yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin mencakup tiga hal, pertama; kelebihan ratio, ialah kelebihan menggunakan pikiran, kelebihan dalam pengetahuan tentang hakikat tujuan dari organisasi, dan kelebihan dalam memiliki pengetahuan tentang cara-cara menggerakkan organisasi, serta dalam pengambilan keputusan yang cepat dan tepat, Kedua; Kelebihan Rohaniah, berarti seorang pemimpin harus mampu menunjukkan keluhuran budi pekertinya kepada para bawahan. Seorang pemimpin harus mempunyai moral yang tinggi karena pada dasarnya pemimpin merupakan panutan para pengikutnya. Segala tindakan, perbuatan, sikap dan ucapan hendaknya menjadi suri tauladan bagi para pengikutnya, Ketiga, Kelebihan Badaniah; Seorang pemimpin hendaknya memiliki kesehatan badaniah yang lebih dari para pengikutnya sehingga memungkinkannya untuk bertindak dengan cepat. Akan tetapi masalah kelebihan badaniah ini bukan merupakan faktor pokok. (Wursanto, 2003: 197-198).

9.Teori Kharismatik

Seseorang menjadi pemimpin karena mempunyai karisma (pengaruh) yang sangat besar. Karisma itu diperoleh dari Kekuatan Yang Maha Kuasa. Dalam hal ini ada suatu kepercayaan bahwa orang itu adalah pancaran Zat Tunggal, sehingga dianggap mempunyai kekuatan ghaib (spranatural power). Pemimpin yang bertipe karismatik biasanya memiliki daya tarik, kewibawaan dan pengaruh yang sangat besar. (Wursanto, 2003: 199).



Sumber :



Kamis, 17 November 2011

MANAJEMEN KONFLIK DAN KOMUNIKASI

Diposting oleh imalaniza deimisj di 22.38 0 komentar
MANAJEMEN KONFLIK DAN KOMUNIKASI
“ KOMUNIKASI “


1.    DEFINISI

Komunikasi adalah  Kata atau istilah komunikasi (dari bahasa Inggris “communication”),secara etimologis atau menurut asal katanya adalah dari bahasa Latin communicatus, dan perkataan ini bersumber pada kata communis Dalam kata communis ini memiliki makna ‘berbagi’ atau ‘menjadi milik bersama’ yaitu suatu usaha yang memiliki tujuan untuk kebersamaan atau kesamaan makna.
Bahwa komunikasi manusia adalah proses yang melibatkan individu-individu dalam suatu hubungan, kelompok, organisasi dan masyarakat yang merespon dan menciptakan pesan untuk beradaptasi dengan lingkungan satu sama lain.
Komunikasi secara terminologis merujuk pada adanya proses penyampaian suatu pernyataan oleh seseorang kepada orang lain. Jadi dalam pengertian ini yang terlibat dalam komunikasi adalah manusia. Karena itu merujuk pada pengertian Ruben dan Steward(1998:16) mengenai komunikasi manusia yaitu:

2.    UNSUR – UNSUR KOMUNIKASI


3.    HAMBATAN HAMBATAN KOMUNIKASI

Hambatan Komunikasi yang saya jabarkan adalah "Hambatan umum yang terjadi dalam komunikasi sehari-hari".

Berikut adalah beberapa "Hambatan Komunikasi" yang sering terjadi.

1.               Penerima cendrung hanya mendengarkan apa yang diharapkan. Maksudnya adalah dalam sebuah komunikasi sering kali informasi yang disampaikan tidak diserap effektif oleh penerima, disebabkan sipenerima informasi tidak terlalu tertarik dengan informasi yang disampaikan.
2.                   Adanya perbedaan persepsi antara pengirim dan penerima.
Kondisi ini bisa terjadi disebabkab oleh beberapa sebab, seperti penerima hanya menangkap atau menyerah hanya sebagian dari sebuah informasi utuh.
3.                   Penerima menilai sumber berita. Sering kali terjadi penerima terlalu selektif dalam menilai sumber berita. Jika sumber berita dari sumber yang diragukan maka penerima akan mengabaikan informasi yang diterima. Walaupun informasi yang disampaikan adalah betul.
4.                   Pengirim tidak memperhatikan bahasa non verbal. Terkadang suatu informasi yang tidak ditegaskan dengan bahasa non verbal(gerak tubuh, penekanan intonasi dll) bisa menyebabkan komunikasi jadi salah persepsi.
5.                   Media komunikasi yang tidak tepat. Kesalahan dalam memilih atau pemakaian media informasi bisa menyebabkan suatu informasi menjadi tidak diserap dengan effektif.
6.                   Pengirim tidak menggunakan kata-kata yang tepat. dimana Penggunaan kata-kata yang tidak tepat juga merupakan penghambat dalam komunikasi. Pemilihan kata yang tidak sesuai bisa menyebabkan penafsiran yang berbeda dari tujuan suatu informasi.

4.    KLASIFIKASI KOMUNIKASI DALAM ORGANISASI

Di bawah ini ada beberapa klasifikasi komunikasi dalam organisasi yang di tinjau dari beberapa segi :

1.Dari segi sifatnya :

a. Komunikasi Lisan
è komunikasi yang berlangsung lisan / berbicara 
cth: ngobrol, presentasi
b. Komunukasi Tertulis è komunikasi melalui tulisan 
Cth: sms, email , 
c. Komunikasi Verbalè komunikasi yang dibicarakan/diungkapkan
cth: ngobrol, curhat
d. Komunikasi Non Verbalèkomunikasi yang tidak dibicarakan(tersirat)
cth: orang yang grogi gemetar tubuhnya

2. Dari segi arahnya :
a. Komunikasi Ke atas è komunikasi dari bawahan ke atasan
b. Komunikasi Ke bawahè komunikasi dari atasan ke bawahan
c. Komunikasi Horizontal è komunikasi ke sesama manusia / setingkat
d. Komunikasi Satu Arahè pemberitahuan gempa melalui BMKG(tanpa ada timbal balik)
e. Komunikasi Dua Arah èberbicara dengan adanya timbal balik/ saling berkomunikasi

3. Menurut Lawannya :

a. Komunikasi Satu Lawan Satu
è berbicara dengan lawan bicaras yang sama
banyaknya cth:berbicara melalui telepon
b. Komunikasi Satu Lawan Banyak (kelompok)‏è berbicara antara satu orang dengan suatu kelompok. Cth: introgasi maling dengan kelompok hansip
c. Kelompok Lawan Kelompokè berbicara antara suatu kelompok dengan kelompok lain. Cth: debat partai politik.

4.Menurut Keresmiannya :

a. Komunikasi Formalè komunikasi yang berlangsung resmi.cth: rapat pemegang saham.
b. Komunikasi Informal
èkomunikasi yang tidak resmi, cth : berbicara antara teman.

Sumber :


Jumat, 28 Oktober 2011

MACAM MACAM ORGANISASI DAN SEGI TUJUAN

Diposting oleh imalaniza deimisj di 17.49 0 komentar
MACAM MACAM ORGANISASI DAN SEGI TUJUAN 

Berbagai organisasi-organisasi memiliki karakteristik yang beraneka ragam yang dapat menghasilkan keuntungan dan kerugian masing-masing. Apabila kita ingin mendirikan suatu unit bisnis, maka kita akan memilih bentuk yang paling sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan untuk mendapatkan tujuan dari unit bisnis atau organisasi tersebut. 

1. organisasi NIAGA 
    Organisasi niaga ini adalah salah satu organisasi yang tujuannya untuk memperoleh keuntungan. 
macam-macamnya yaitu : 

1. Perseroan Terbatas (PT)
2. Perseroan Komanditer (CV)
3. Firma (FA)
4. Koperasi
5. Join ventura
6. Trus
7. Kontel
8. Holding Company

2. organisasi SOSIAL 

   Organisasi sosial adalah perkumpulan orang yang dibentuk oleh masyarakat dalam bentuk perkumpulan sosial baik yang berbadan hukum maupun yang tidak berbadan hukum. Organisasi sosial ini berfungsi sebagai sarana partisipasi masyarakat untuk membangun bangsa dan negara agar menjadi lebih baik lagi.

Ciri-ciri organisasi sosial
a. Rumusan batasan-batasan operasional dari suatu organisasi jelas
b. Menetapkan para anggotanya secara formal
c. Memiliki identitas yang jelas

3. Organisasi Regional dan Internasional
    Organisasi regional adalah organisasi yang ruang lingupnya lebih luas, namun hanya wilayah – wilayah Negara tertentu saja yang terlibat didalam oganisasi ini. Berbeda dengan Organisasi Internasional, organisasi ini memiliki ruang linkup lebih besar daripada Organisasi Regional, Organisasi Internasional wilayah yag terlibat didalamnya mencakup seluruh Negara di dunia.
Contoh organisasi regional adalah ASEAN, karena pada organisasi ini hanya untuk negara – negara yang berada di Asia Tenggara saja. Sedangkan organisasi Internasional adalah PBB, karena organisasi ini bersifat terbuka untuk seluruh negara – negara di dunia. 

sumber : 


 

MAL'S Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review